Selamat Datang di Website Resmi Balai Penelitian Kehutanan Manokwari
HotSpot
Menu Utama
Home
Visi Misi
Latar Belakang
Wilayah Kerja
Struktur Organisasi
Sumber Daya Manusia
Sarana dan Prasarana
Hubungi Kami
Galleri
Organisasi Kelembagaan
Struktur Organisasi
Penelitian
Program LitBang dan UKP
Penerapan dan Pengakajian
Wana Riset
Publikasi
Expose Penelitian
Advis
Artikel dan Berita
Kumpulan Artikel-Berita
Login Form





Lost Password?
Syndicate
Seminar Hasil Penelitian 2012

(Manokwari, 24 Oktober 2012). Balai Penelitian Kehutanan Manokwari bekerjasama dengan Balai Penelitian Kehutanan Manado serta Ditjen BUK, BPDAS Tondano, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, International Tropical Timber Organization (ITTO), Seameo Biotrop, Burung Indonesia dan Manado Post menyelenggarakan seminar hasil penelitian sekaligus pameran kehutanan di  Gedung Srbaguna Balai Penelitian Kehutanan Manado hari Selasa-Rabu 23-24 Oktober 2012.

Tema yang diangkat pada kegiatan ini adalah “”Prospek Pengembangan Hutan Tanaman (Rakyat) Konservasi dan Rehabilitasi Hutan“. Acara ini dibuka oleh Gubernur Sulawesi Utara Dr. SH. Sarundajang. Dalam sambutannya Beliau menyampaikan bahwa “Hutan Merupakan salah satu sumber daya alam yang memiliki banyak manfaat nyata bagi kelangsungan hidup manusia, baik pertumbuhan ekonomi dan sosial budaya tetapi yang sangat penting adalah hutan memberikan manfaat ekologis dimana perannya sangat vital bagi kelestarian lingkungan hidup, oleh karena itu saya sangat mengapresiasi kegiatan Seminar dan Pameran ini dan saya mengajak kita semua untuk berpikir cerdas merumuskan langkah-langkah strategis untuk mengembangkan tata kelola hutan secara transparansi, akuntabilitas dan kesetaraan”.

Read more...
 
Gelar Teknologi

Gelar Teknologi Kehutanan 2013: Peran Penyuluh dalam Penyampaian Hasil Litbang Kepada Pengguna

 

Gelar Teknologi Kehutanan 2013 dilaksanakan terintegrasi dengan Jambore Nasional Penyuluh Kehutanan. Penyuluh sebagai salah satu ujung tombak pembangunan kehutanan, diharapkan dapat menjadi penyambung informasi iptek kehutanan yang efektif kepada para pengguna di lapangan.

Rangkaian seratus tahu lKelitbangan Kehutanan Indonesia salah satu kegiatannya berupa Gelar teknologi. Hal ini bertujuan untuk menyampaikan hasil penelitian yang sudah layak dikembangkan dan diimplementasikan kepada masyarakat pengguna. Hal berbeda dengan tahun sebelumnya  bahwa kegiatan Gelar teknologi tahun ini diintegrasikan dengan Jambore Nasional Penyuluh Kehutanan 2013.

“Gelar teknologi  2013 ini diintegrasikan dan disinergikan dengan jambore penyuluhan, sehingga hasil penelitian kehutanan dapat disebarkan melalui sistem komunikasi yang efektif,  melalui ujung tombak komunikasi yakni penyuluh kehutanan,” kata Dr. Iman Santoso, Kepala Badan Litbang Kehutanan, saat memberikan sambutan pembukaan Gelar Teknologi Kehutanan 2013, di Kaliurang, Yogyakarta, Rabu (15/5). Penyuluh mempunyai peran sebagai ujung tombak penyampaian hasil riset kepada pengguna.

“Kami minta kepada penyuluh agar menyebarluaskan hasil penelitian ini kepada masyarakat, termasuk juga kepada widyaiswara,  sehingga apa yang telah dihasilkan bisa dipergunakan dan bermanfaat,” tegas Iman.

Kegiatan ini diformulasikan dalam kombinasi  presentasi, demonstrasi dan pelatihan praktis hasil litbang kehutanan dalam upaya mendekatkan, mentransformasikan serta meningkatkan efektifitas pemanfaatan oleh pengguna. Kegiatan yang diselenggarakan selama dua hari pada 15 – 16 Mei 2013 di Kaliurang Yogyakarta ini menyajikan sebayak 21 materi iptek kehutanan.  Materi tersebut disampaikan melalui paparan dalam sidang pleno dan komisi, serta dalam bentuk pameran dan demonstrasi iptek. Sedangkan Kegiatan pameran berlangsung sampai dengan tanggal 17 Mei 2013.

Melalui gelar teknologi ini terjadi interaksi langsung antara peneliti dengan pengguna, yakni penyuluh dan widyaiswara. Kegiatan ini menjadi forum diskusi menyampaikan hasil penelitian untuk diterapkan dan menggali kebutuhan iptek kehutanan di lapangan. “Kami mengharapkan umpan balik dari penyuluh dan widyaiswara terkait penerapan iptek dan  kebutuhan di lapangan,” kata Ir. Tri Joko Mulyono, MM, Sekretaris Badan Litbang Kehutanan, pada pembukaan gelar teknologi tersebut.

Gelar teknologi ini berlangsung selama  dua hari dan dihadiri lebih dari 1000 yang terdiri dari  penyululuh kehutanan dari seluruh Indonesia dan undangan lainnya. Pembukaan juga dihadiri oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kehutanan beserta jajarannya, Anggota Komisi Penyuluhan Nasional, Kepala Dinas Kehutanan Prov. DIY, Sekretariat Badan Koordinasi Penyuluhan Prov DIY dan seluruh jajaran Satker Badan Litbang Kehutanan tingkat pusat dan daerah.

 

 

 
2014, BPKM Bangkit

2014, Periode Kebangkitan Kampus Inamberi


”If the bee disappeared of the surface of the globe then man would only have four years of life left. No more bees, no more pollination, no more plants, no more animals, no more man” -Albert Einstein

 

BPK M (Manokwari, 07/07/2014), Balai Penelitian Kehutanan Manokwari. Papua merupakan salah satu  mega biodiversity country yang masih ada di Indonesia.  Dengan luas hutan yang mencapai 96% dari wilayah daratan atau sekitar 40,5 juta hektar (SK. Menhut No. 891/Kpts-II/1999 Tanggal 14 Agustus 1999) maka sangat tepat jika penelitian dan dan pengembangan iptek berbasis sumber kekayaan alam yang ada di Papua ini terus dan diperdalam secara cermat dan tepat secara optimal untuk membantu mengatasi permasalahan yang kita hadapi saat ini.

 

Active Image

Sebagai lembaga riset, Balai Penelitian Kehutanan Manokwari (BPKM) berupaya maksimal mendukung pengelolaan sumberdaya keanekaragaman hayati menjadi nilai nyata yang bermanfaat bagi bangsa Indonesia. Tugas dan fungsi yang diembannya harus mampu menciptakan kedaulatan pangan, energi, obat-obatan adalah arah penting dari pemanfaatan keanekaragaan hayati sesuai dengan semangat green economic saat ini  yakni kesejahteraan masyarakat, sosial dan ekologi. Hasil penelitian dan pengembangan yang telah dilakukan oleh BPKM harus mampu ditranfer kepada pengguna/user yang ada. Salah satu media diseminasi adalah tulisan ilmiah dalam bentuk Warta. Warta Matoa Vol. I No. 1 Tahun 2014, merupakan salah satu bentuk diseminasi yang akan menjadi media untuk penyampaikan hasil-hasil litbang.

Ir. Harisetijono, M.Sc selaku Kepala Balai menyampaikan bahwa diseminasi merupakan media yang diharapkan mampu menjembatani peneliti dengan user yang ada. Hasil-hasil litbang yang berupa warta ini akan membangkitkan semangat untuk menulis dan menulis.  Tahun 2014 diharapkan akan menjadi awal bangkitnya kembali Balai Penelitian Kehutanan Manokwari. Ide-ide, hasil penelitian sudah semestinya dituangkan dalam sebuah tulisan. Warta Matoa berusaha menjawab itu. Selamat membaca. Selengkapnya dapat didownload di http://www.forda-mof.org//files/Warta_Matoa.pdf.

 
Ekpose Hasil Penelitian

Hasil Penelitian Integratif untuk Pembangunan Kehutanan Tanah Papua


Ekspose ManokwariBPK Manokwari (Manokwari, 30/10/13)_Hasil-hasil Penelitian dan Pengembangan Kehutanan diperlukan untuk menunjang visi dan misi pembangunan kehutanan di Tanah Papua. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat, Ir. F.H. Runaweri, MM. pada Ekspose Hasil Penelitian Balai Penelitian Kehutanan (BPK) Manokwari, Rabu (23/10) di Swiss Bell Hotel, Manokwari.

Oleh karena itu, Runaweri, salah satu Keynote Speaker pada acara tersebut menyambut baik pelaksanaan ekspose yang bertema ‘Peran Penelitian Integratif dalam Pembangunan Kehutanan di Tanah Papua’ ini. “Kegiatan ini diharapkan akan mempererat sinergitas dalam upaya pelestarian hutan, dan harapan ke depan tidak terbatas pada kegiatan ekspose saja tapi dapat dilanjutkan dengan kerjasama di bidang lainnya sehingga dapat bersinergi, yang hasilnya dapat disumbangsihkan untuk kesejahteraan masyarakat di Tanah Papua,” kata Runaweri dalam sambutannya.

Untuk kesejahteraan masyarakat di Tanah Papua yang merupakan bagian dari percepatan pembangunan di Tanah Papua, Deputi V Bidang Pengendalian dan Evaluasi Unit Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Papua Barat (UP4B), Dr. Ir. Son Diamar, M.Sc, Keynote Speaker lainnya berharap agar hambatan regulasi dapat diatasi, salah satunya melalui sinkronisasi Undang-Undang yang ada, tentunya dengan kajian khusus.

Hal tersebut senada dengan harapan Sekretaris Badan Litbang Kehutanan, Ir. Tri Joko Mulyono, MM yang disampaikan saat membuka acara tersebut bahwa seyogyanya hasil-hasil penelitian sudah dapat diposisikan dengan baik. “Perlu pemetaan penelitian ke dalam tiga kelompok yaitu penelitian dasar, penelitian yang bersifat urgen (perlu), dan yang sudah siap diimplementasi sebagai suatu paket IPTEK,” kata Tri Joko.

Ekspose ManokwariSeperti yang dilaporkan Kepala BPK Manokwari Ir. Harisetijono, MSc. di awal acara, hasil-hasil penelitian integratif Badan Litbang Kehutanan, baik rekomendasi kebijakan dan teknologi diharapkan dapat mewujudkan Tanah Papua menjadi provinsi konservasi.

Menanggapi hal tersebut, Kabag. Program dan Kerjasama, Ir. Thomas Nifinluri, M.Sc saat menyampaikan Kebijakan dan Strategi Litbang Kehutanan mengatakan bahwa strategi penting dalam mengoptimalkan hasil-hasil litbang dapat dilakukan melalui beragam bentuk diseminasi dan kerjasama maupun jejaring penelitian dengan lembaga-lembaga riset baik nasional maupun internasional. Terkait dengan visi Tanah Papua sebagai provinsi konservasi, maka perlu pengelolaan biodiversitas yang bertujuan untuk mencegah terjadinya penurunan keanekaragaman dan kepunahan pada 3 tingkatan, genetik, spesies dan ekosistem untuk menunjang kesejahteraan masyarakat.

Terkait regulasi, salah satu rumusan yang dihasilkan ekspose tersebut adalah perlu dilakukan penelitian evaluasi efektivitas regulasi yang mampu meningkatkan efektivitas kebijakan publik. Dengan demikian program pembangunan kehutanan di Papua dapat memberikan hasil yang lebih baik dan bersifat jangka panjang, baik bagi masyarakat adat, investor maupun pemerintah daerah.

Untuk itu, maka upaya-upaya percepatan pembangunan yang memanfaatkan sumberdaya alam dan sumberdaya hutan haruslah diawasi secara ketat sehingga membawa manfaat langsung bagi masyarakat dan pemda serta tidak berdampak negatif secara signifikan bagi lingkungan. Dengan demikian, Litbang Kehutanan dapat memberikan masukan secara signifikan terkait pelaksanaan pengawasan tersebut.


Read more...
 
HMPI

Sambutan Menhut Pada Peringatan HMPI dan BMN Tahun 2013 di Seluruh Indonesia


Berikut disampaikan Sambutan Menteri Kehutanan Pada Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) Tahun 2013 di Seluruh Indonesia.

Llihat selengkapnya

 

Sumber: http://www.dephut.go.id/index.php/news/details/9399
 
5 arahan Menhut

Lima Arahan Menhut Pada Rakorbanghutpus 2013

Pushumas Kemenhut, Jakarta : Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan memberikan 5 arahan pada saat Rapat Koordinasi Perencanaan Anggaran Pembangunan Kehutanan Tingkat Pusat (Rakorenbanghutpus) Tahun 2013. Rakorenbanghutpus yang dilaksanakan pada hari ini, Kamis 18 Juli 2013 di Rimbawan I, Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta dihadiri oleh para pejabat Eselon I dan II Kementerian Kehutanan serta para Staf Ahli dan Tenaga Ahli Menteri Kehutanan.


Kelima arahan Menteri Kehutanan tersebut adalah sebagai berikut:
Pertama, opini Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK untuk laporan keuangan Kemenhut Tahun 2011 dan 2012. Realisasi anggaran Kemenhut meningkat tahun 2012 sebesar 87,77% dari alokasi anggaran sebesar Rp. 5,7 Triliun. Angka realisasi ini lebih tinggi dibanding tahun 2011, yaitu sebesar 81,20% dan jauh diatas rata-rata realisasi nasional sebesar 82,01%.

Kedua, Kemenhut pada tahun 2012 memperoleh PNBP sebesar Rp. 3,3 Triliun, melebihi target 2012 sebesar Rp. 3,1 Triliun. Sedangkan PNBP kehutanan sampai Juni 2013 sebesar Rp. 1,3 Triliun.

Ketiga, Kemenhut hingga tahun 2012 telah berhasil menurunkan laju deforestasi menjadi 450 ribu ha/tahun. Penurunan emisi gas rumah kaca dari sektor kehutanan sebesar 489 juta ton karbondioksida, atau setara dengan 72,8% dari target penurunan emisi sektor Kehutanan dan Lahan Gambut, atau 63,8% dari target Penurunan Emisi Nasional dengan upaya sendiri.

Keempat, MoU penanganan kejahatan kehutanan melalui multi doors system, yaitu Kementerian/Lembaga yang terkait dengan penegakan hukum dan penerimaan negara, dimana para pelaku kejahatan kehutanan dapat dikenakan pasal berlapis tidak saja Undang-undang Kehutanan, tetapi juga Undang-undang Lingkungan Hidup, Undang-undang tentang Pencucian Uang dan Undang-undang tentang Korupsi.

Kelima, peningkatan pertumbuhan ekonomi bidang kehutanan melalui produksi kayu lestari dimana pada 2012 produksi mencapai 49,11 juta m3, atau meningkat dibanding tahun 2011 sebesar 47,42 juta m3. Diperkirakan tenaga kerja yang terserap sebanyak 79.415 orang.

Menteri Kehutanan juga menambahkan bahwa Kemenhut dua tahun terakhir telah menerima penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) dari Presiden RI, yaitu penghargaan bagi lembaga yang dinilai berhasil dalam mendorong pengembangan program pemberdayaan perempuan dan pengembangan inisiasi upaya pengintegrasian isu gender.

 

sumber: website: dephut.go.id

 
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>

Results 1 - 16 of 26










ShoutMix chat widget


Who's Online
© 2009 Balai Penelitian Kehutanan Manokwari
Rancang Desain oleh Tim Kreatif Balai Penelitian Kehutanan Manokwari










tas branded murah
baju batik
grosir baju muslim
terpal tenda lipat tenda kerucut tenda cafe tenda peleton