Selamat Datang di Website Resmi Balai Penelitian Kehutanan Manokwari
HotSpot
Menu Utama
Home
Visi Misi
Latar Belakang
Wilayah Kerja
Struktur Organisasi
Sumber Daya Manusia
Sarana dan Prasarana
Hubungi Kami
Galleri
Organisasi Kelembagaan
Struktur Organisasi
Penelitian
Program LitBang dan UKP
Penerapan dan Pengakajian
Wana Riset
Publikasi
Expose Penelitian
Advis
Artikel dan Berita
Kumpulan Artikel-Berita
Login Form





Lost Password?
Syndicate
SELAMAT JALAN BAPAK, TEMAN DAN SENIOR KAMI

 

SELAMAT JALAN BAPAK, TEMAN DAN SENIOR KAMI

Pada pagi ini, Kamis tanggal dua Mei dua ribu tiga belas jam 07.00 WIT kami mendapat kabar bahwa Bp. Ir. David Seran telah menghadap ke haribaan Tuhan Yang Maha Esa. Almarhum adalah Peneliti Senior  Balai Penelitian Kehutanan Manokwari yang memulai karier sebagai PNS sejak tahun 1983 di Samarinda dan mengakhiri karir sebagai Peneliti Madya di Manokwari.

 Active Image

 

Seluruh Keluarga Besar Balai penelitian Kehutanan Manokwari mengucapkan turut berduka cita sedalam-dalamnya serta teriring doa semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik disisi Tuhan YME, keluarga yang ditinggalkan mendapatkan kesabaran dan keikhlasan.

Ucapan terima kasih atas pengabdian Beliau dan mohon maaf apabila ada kesalahan dan kekhilafan keluarga BPK Manokwari selama  bergaul. Semoga kita dapat meneruskan apa yang menjadi cita-cita beliau.

Selamat jalan pak David…

 

Keluarga Besar BPK Manokwari

Ir. Harisetijono, M.Sc

 
Seimar Rencana dan Hasil penelitian

 

Bertempat di Billy Hotel Manokwari, pada tanggal 22-23 Januari 2013 Balai Penelitian Kehutanan Manokwari telah mengadakan acara Seminar Rencana Penelitian Tim Peneliti (RPTP) 2013 dan  Hasil-hasil penelitian tahun 2012.

Pada tahun 2013 ini BPKM akan melaksanakan duapuluh kegiatan penelitian yang terdiri dari:

1.

Kajian Efektivitas Sistem-Sistem Silvikutur (TPTI/TPTJ/TR) Terhadap Kelestarian Produksi Hutan Alam Kering

2.

Formulasi Dinamika Pertumbuhan Hutan Alam Lahan Kering

3.

Kajian Model Pendugaan Volume Pohon di Hutan Alam Kering

4.

Teknologi Konservasi Jenis Labi-Labi Moncong Babi (Carettochelys Insclupta) di Papua

5.

Habitat, Potensi dan Sebaran Cacatua galerita di Hutan Dataran rendah Papua

6.

Penelitian Keanekaragaman Jenis, Habitat dan Potensi Mamalia Terestial Papua

7.

Identifikasi Berbagai Jenis Flora Endemik dan ASDG di Papua

8.

Ekplorasi dan Ekologi Jenis-Jenis Flora Invasif di Taman Nasional Wasur, Merauke

9.

Kajian Keragaman Satwa dan Mikroorganisme Hutan Mangrove

10

Klasifikasi Tipologi dan Seabaran Hutan Rawa Gambut Berdasarkan Kondisi Biofisik Hutan

11.

Teknik Rehabilitasi Lahan Kritis Gunung Botak di Papua dengan Pendekatan Partisipatif di Gunung Botak Papua

12.

Sifat Beberapa Jenis Kayu Andalan Papua

13.

Pembangunan Demplot Sumber Benih Unggulan Lokal di Papua

14.

Ekplorasi Jenis-Jenis Nyamplung (Calophyllum spp) di Papua

15.

Teknik Konservasi Insitu Jenis HHBK Masoi (Croptocarya sp) di Wasior, Papua

16.

Kuantifikasi Empulur Sagu untuk Bioetanol di Beberapa Wilayah Sebaran

17.

Silvikultur Intensif Jenis Sagu (PIU) Pengendalian Penyakit dan Gulma, Pemupukan, Pola Tanam) di Papua

18.

Analisis Kelembagaan dan Tata Niaga Pemanfaatan dan Pemungutan Sagu di Papua

19.

Analisis Kebijakan REDD dan REDD+

20.

Perhitungan Karbon Untuk Perbaikan Faktor Emisi dan Serapan GRK pada Hutan Alam Tanah Mineral di Papua

 

Sedangkan pada tahun 2012 BPKM telah melaksanakan sembilan belas (19) kegiatan penelitian. Bidang-bidang penelitian yang dilaksanakan meliputi: hutan alam dan konservasi, produktivitas hutan, HHBK, perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Unit Pelaksana Teknis Kementerian Kehutanan, Dinas Kehutanan Kabupaten, Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi, Fahutan UNIPA, Lembaga penelitian dan pengembangan, masyarakat adat.

Dengan acara tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran informasi tentang kegiatan penelitian dan hasil penelitian yang telah dilakukan. Semoga pembangunan kehutanan di Tanah Papua kedepan khususnya penelitian dan pengembangan kehutanan dapat terintegrasi dengan baik sehingga dapat mendukung terwujudnya hutan lestari dan masyarakat sejahtera.

 

 

 

 
Potensi Yang Terpendam: Enam Jenis Tumbuhan Hutan Penghasil Buah untuk Sumber Bahan Pangan di Tanah

Hutan sebagai lumbung pangan merupakan isu yang harus selalu digali di tengah keaneka-ragaman hayati hutan di Indonesia.   Pada kenyataannya, masyarakat lokal mempunyai cara dan kearifan yang unik dalam upaya memenuhi kebutuhan pangan di dalam hutan, bahan pemenuhan pangan untuk konsumsi keluarga.  Dengan pengetahuannya yang luas tentang sumber daya alam, masyarakat lokal mampu “survive” dan menikmati karunia Tuhan yang sangat berharga ini tanpa harus khawatir akan ancaman kekurangan pangan.

Read more...
 
Balai Penelitian Kehutanan Manokwari Tambah Satu Doktor Lagi


Balai Penelitian Kehutanan Manokwari mendapat tambahan “energi baru” dengan lulusnya Dr. Henry Silka Innah, S.Hut.,MT dalam ujian terbuka program Pasca Sarjana S3 IPB Program Studi Ilmu Pengelolaan Hutan. Ujian terbuka dilaksanakan pada tanggal 13 Desember 2012 dengan disertasi berjudul “Aksi Kolektif Masyarakat Adat dalam Reforestasi di Biak Papua”.

 

Read more...
 
POTENSI MANGROVE PAPUA


Papua memiliki keanekaragaman hutan yang cukup lengkap. Salah satunya adalah hutan mangrove. Hutan mangrove mempunyai fungsi yang sangat vital untuk menjaga kestabilan ekosistem. Secara fisik hutan mangrove menjaga garis pantai agar tetap stabil, melindungi pantai dan tebing sungai, mencegah terjadinya erosi laut serta sebagai perangkap zat-zat pencemar dan limbah, mempercepat perluasan lahan, melindungi daerah di belakang mangrove dari hempasan dan gelombang dan angin kencang; mencegah intrusi garam (salt intrution) ke arah darat; mengolah limbah organik, dan sebagainya.

Secara biologi hutan mangrove mempunyai fungsi sebagai daerah berkembang biak (nursery ground), tempat memijah (spawning ground), dan mencari makanan (feeding ground) untuk berbagai organisme yang bernilai ekonomis khususnya ikan dan udang. Habitat berbagai satwa liar antara lain, reptilia, mamalia, hurting dan lain-lain. Selain itu, hutan mangrove juga merupakan sumber plasma nutfah.

Ekosistem hutan mangrove memiliki produktivitas yang tinggi. Produktivitas primer ekosistem mangrove ini sekitar 400-500 gram karbon/m2/tahun adalah tujuh kali lebih produktif dari ekosistem perairan pantai lainnya (White, 1987). Oleh karenanya, ekosistem mangrove mampu menopang keanekaragaman jenis yang tinggi. Daun mangrove yang berguguran diuraikan oleh fungi, bakteri dan protozoa menjadi komponen-komponen bahan organik yang lebih sederhana (detritus) yang menjadi sumber makanan bagi banyak biota perairan (udang, kepiting dan lain-lain) (Naamin, 1990).

Tercatat sekitar 67 macam produk yang dapat dihasilkan oleh ekosistem hutan mangrove dan sebagian besar telah dimanfaatkan oleh masyarakat, misalnya untuk bahan bakar (kayu bakar, arang, alkohol); bahan bangunan (tiang-tiang, papan, pagar); alat-alat penangkapan ikan (tiang sero, bubu, pelampung, tanin untuk penyamak); tekstil dan kulit (rayon, bahan untuk pakaian, tanin untuk menyamak kulit); makanan, minuman dan obat-obatan (gula, alkohol, minyak sayur, cuka); peralatan rumah tangga (mebel, lem, minyak untuk menata rambut); pertanian (pupuk hijau); chips untuk pabrik kertas dan lain-lain.

Menurut Saenger et al. (1983), hutan mangrove juga berperan dalam pendidikan, penelitian dan pariwisata. Bahkan menurut FAO (1982), di kawasan Asia dan Pasifik, areal mangrove juga digunakan sebagai lahan cadangan untuk transmigrasi, industri minyak, pemukiman dan peternakan. 

Dari kawasan hutan mangrove dapat diperoleh tiga macam manfaat. Pertama, berupa hasil hutan, baik bahan pangan maupun bahan keperluan lainnya. Kedua, berupa pembukaan lahan mangrove untuk digunakan dalam kegiatan produksi baik pangan maupun non-pangan serta sarana/prasarana penunjang dan pemukiman. Manfaat ketiga berupa fungsi fisik dari ekosistem mangrove berupa perlindungan terhadap abrasi, pencegah terhadap rembesan air laut dan lain-lain fungsi fisik.

 


 


Read more...
 
Karya Tulis

Pelatihan Penulisan Karya Tulis Ilmiah

Dalam rangka meningkatkan kapasitas SDM peneliti Balai Penelitian Kehutanan Manokwari telah mengirimkan dua orang penelitinya untuk mengikuti diklat penulisan ilmiah jurnal internasional di Bogor pada tanggal 8-9 Oktober 2012 yang diselenggarakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada peneliti dalam rangka penulisan karya tulis ilmiah dengan standar jurnal internasional.

Pelatihan ini diikuti oleh dua puluh orang peserta dari seluruh perwakilan UPT badan Penelitian dan pengembangan Kehutanan. Peserta diwajibkan untuk menyampaikan draf Karya tulis ilmiahnya untuk dicermati oleh ahli yang berpengalaman baik dari intern Badan Litbang sendiri maupun dari luar.

Peneliti pertama yaitu Freddy Jontara Hutapea menyampaikan draf KTI-nya yang berjudul “The Differentiation of Nipah (Nypa fruticans Wurmb.) Utilization by Borai Village and Tandia Village”. Sementara itu Henry Silka Innah menyampaikan draf KTI yang berjudul “Actor-network dynamics andr eforestation in Papua”.

 

 
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>

Results 1 - 16 of 21










ShoutMix chat widget


Who's Online
© 2009 Balai Penelitian Kehutanan Manokwari
Rancang Desain oleh Tim Kreatif Balai Penelitian Kehutanan Manokwari










tas branded murah
baju batik
grosir baju muslim
terpal tenda lipat tenda kerucut tenda cafe tenda peleton